Tolong sampaikan kepada bayangmu, berhenti merasuki pikiran dengan segala duri yang melekat di setiap lekukannya, menyayat logika, dan membocorkan akal sehat yang nyaris hilang keberadaannya.
Tolong ingatkan bibirmu, aku tak sanggup menjaga benda semewah senyummu dalam waktu lama. Bukan karena penjagaan yang longgar, tapi kesadaran diri bahwa kemewahan itu tak mungkin selamanya berada di tangan.
Tolong kendalikan matamu, aku tak sanggup memangkas tatapannya yang tumbuh subur bersamaan dengan bunga dalam tidur. Keindahan yang membuat diri terperosok dalam rimbunan putus asa yang mengerikan.
-IR
Halo Matahari.
Tolong restui aku untuk berjanji menyelipkan kata ‘akhir’ di sela jari si mata bola.
-
Suatu hari di ujung perjalanan jam, semuanya akan masuk akal. Namun untuk sementara, biarkan teka-teki hidup tak memiliki jawaban.